Apa itu Mutasi Varigata…..?

Ø Mutasi terjadi pada sel yang sedang membelah. Sel yang sedang membelah terdapat pada meristem.  Meristem yang sedang membelah terdapat pada mata tunas yang sedang membelah.

 

Ø      Mutasi adalah adanya perubahan susunan asam-asam amino dan basa penyusun kromosom yang menyebabkan perubahan ekspresi yang muncul.

 

Ø      Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya rangsangan yang ekstrim atau salah cetak dalam proses replikasi DNA.

 

Ø      Agar terjadinya proses salah cetak maka kita bisa menggunakan suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan mutasi (mutagenic) atau dengan cara membuat proses cetak terjadi dengan cepat.

 

Ø      Untuk mempercepat proses cetak maka proses pembelahan harus dipercepat dengan menggunakan hormone sitokinin dan auksin seimbang dibantu dengan pemberian vitamin B1 untuk lebih mempercepat proses pembelahan.

 

Ø      Agar pembelahan sel dapat terjadi dengan sangat cepat maka harus disediakan semua kebutuhannya seperti zat pembangun, energi dan  komponen penunjang.

 

Ø      Agar sel dapat berwarna putih dapat dibuat dengan memberikan hormone giberelin dengan dosis tinggi sehingga pembelahan sel mendahului proses pembentukan klorofil.

 

Ø      Proses pembentukan klorofil dihambat dengan tidak diberikannya Fe sebagai unsure penyusun klorofil.

 

Ø      Maka yang terjadi adalah sel membelah dengan sangat cepat dan berwarna putih dan proses pembelahannya diganggu dengan adanya bahan pembuat mutasi.

 

Ø      Kemudian dengan secara cepat dan mendadak proses pembelahan tadi dihentikan dengan memberikan zat penghambat paclobutrazol.  Maka yang terjadi yang tadinya sel membelah dengan sangat cepat tiba-tiba terhenti maka akan terjadi proses pertumbukan yang akan menyebabkan salah cetak.

 

Ø      Diharapkan dalam hal ini perubahan sel yang berwarna putih dan proses pertumbukan DNA akan menyebabkan mutasi yang bersifat permanent.

 

12 thoughts on “Apa itu Mutasi Varigata…..?

    1. Variegata adalah suatu perubahan yang terjadi pada level genetik yang berkaitan dengan warna daun yang berubah menjadi putih. Perubahan warna daun menjadi putih ini dapat berupa spot, blok, lis/ garis, totol, dll. Perubahan warna menjadi putih seluruhnya sering disebut alba, sedang perubahan menjadi warna kuning sering disebut golden. Perubahan warna daun ini belum tentu mutasi, karena bisa saja karena defisiensi unsur hara atau karena bahan kimia tertentu yang menyebabkan terdegradasinya zat hijau daun/ klorofil. Klorofil adalah plastida yang terbesar molekulnya bila terdegradasi dapat menjadi plastida yang lebih kecil molekulnya dan dapat berubah warna menjadi merah, kuning dan akhirnya putih. Perubahan warna ini bersifat tidak permanen karena bukan genetiknya yang berubah tapi hanya bersifat proses fisiologis saja, dan dapat pulih kembali bila kondisi membaik. Mutasi vaiegata juga ada yang bersifat permanen dan ada yang tidak. Mutasi yang permanen adalah mutasi yang terjadi pada titik meristem apikal (titik tumbuh pucuk), sehingga variegatanya terbawa setiap pembelahan sel baru dan akhirnya permanen. Tapi ada juga mutasi yang tidak permanen yaitu variegata ayang terjadi bukan pada titik meristem tapi pada organ dan jaringan tertentu atau meristem lateral (titik tumbuh ketiak daun/ samping).
      Sedangkan varitas adalah variasi genetik di dalam suatu jenis yang sudah membentuk populasi tersendiri dan perubahan sifatnya permanen dan stabil pada populasi tersebut. Memang awalnya dari perubahan atau variasi genetik.

    1. he..he..he…kalau tidak suka ya sudah…tidak harus suka terhadap varigata….maaf becanda..
      Sebenarnya sederhana saja…tak kenal maka tak sayang. Kadangkala kita heran melihat orang menyukai sesuatu yang menurut kita biasa-biasa saja, apa hebatnya, apa anehnya? …dan lain-lain pertanyaan yang ada di benak kita…
      Caranya yang paling mudah adalah masuk ke dalam komunitas variegata dan tanayakan pada anggota yang lain apa sih yang membuat mereka tergila-gila dengan vairegata….maka lambat laun ada akan memahami memangapa mereka sedemikian tergila-gila. Tapi anda harus siap…berarti anda nantinya jadi ikut gila….he..he..he..maaf maksud saya…kalau anda sudah tergila-gila maka anda akan dengan mudah mengeluarkan uang ratusan ribu atau jutaan hanya untuk sebuah tanaman variegata……..terima kasih selamat mendalami…dan memahami…

    1. Sepertinya begitu, hanya di Indonesia hal ini belum familier banget. Sehingga untuk membuat variegata belum dengan mudah dapat dilakukan. Secara alami peluang mutasi (variegata) adalah satu berbanding seratus juta, jadi sangat jarang, jadi wajar kalau ada perubahan tersebut maka akan menjadi bahan rebutan karena sangat jarangnya. Dan itu dijadikan bahan / produk ekonomi yang potensial untuk mendatangkan margin yang cukup besar, sampai jumlah jenis tersebyut akhirnya menjadi banyak dan harga akan turun bahkan sampai pada harga pasaran/ umum karena sedemikian banyaknya. Di Indonesia saat ini sudah mulai ada beberapa orang yang membuat produk mutasi dan sudah ada yang berhasil tapi harganya cukup mahal dan perlu metode pemberian yang tepat (tepat pada titik meristemnya) padahal meristem ada dibagian dalam dari pucuk.
      Sebenarnya kita dapat membedakan mutasi variegata yang permanen dengan yang palsu (defisiensi unsur hara) dengan melihat bahwa warna putih pada daun tersebut bersifat kontras dengan sekitarnya yang tidak variegata. atau kalau perubahan warnanya merupakan degradasi warna yang tidak kontras.
      jadi sampai saat ini variegata masih banyak dicari orang untuk dapat menhasilkan produk yang dapat menghasilkan margin keuntungan yang tinggi.

  1. apakah mutasi varigata dapat dibuat dengan pemberian sinar UV, atau memang ada cara tertentu? setahu saya sinar UV dapat membuat mutasi karena dia dapat merusak rantai kromosom, tetapi perlakuan sinar UV sendiri saya belum terlalu mengerti, apakah ada infonya?

    1. Iya, justru semua faktor yang dapat menyebabkan berubahnya kromosom maka dapat kita gunakan untuk membuat mutasi. Tinggal masalahnya bagaimana teknis penerapannya. Mutasi yang stabil adalah mutasi yang bersal dari sel-sel meristem, sehingga perubahannya terbawa terus pada saat sel-sel tersebut tumbuh. Dan masalhnya untuk beberapa tanaman, sel meristem terlindung dengan baik di dalam seludang daun dari pucuk dan tangkai daun sehingga pada saat kita memberikan perlakuan UV maka yang terkena justru sel-sel atau jaringan luar suatu tanaman, Sedangkan sel meristemnya tidak.
      Lain halnya bila kita lakukan pada kultur jaringan. paparan sinar UV dapat mengenai setiap sel atau jaringan. Dan sel atau jaringan tersebut kemudian dapat kita tumbuhkan menjadi embrio somatik, dengan demikian maka mutasi yang terjadi pada sel atau jaringan tersebut akan terbawa seterusnya.
      Dalam pelaksanaannya kita dapat menggunakan lampu UV yang biasa digunakan dalam kultur jaringan. Kemudian sinar UV tersebut kita buat dan kita focuskan pada ukuran yang lebih kecil (seperti titik api, bila kita menggunakan kaca pembesar). Nah sinar itulah yang kita gunakan untuk kita berikan pada kultur kalus atau kultur embrio tanaman yang akan kita buat mutasi.
      demikian.

      edhi sandra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s