SOP Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh untuk Budidaya Kentang

Bersama ini saya uraikan SOP penggunaan zat pengatur tumbuh untuk budidaya kentang. Silahkan dicoba dan dikembangkan lebih lanjut.

1. Pada saat pertumbuhan vegetatif, mulai dari penggunaan bahan bibit sampai pertumbuhan vegetatif yang optimal maka gunakan:

1.1. pupuk dengan dominasi NPK dengan komposisi N besar

1.2. pupuk organik yang memadai
1.3. Ramuan hormon: Tunas: 10 ml, akar, 5 ml, bunga 2 ml

2.Setelah pertumbuhan vegetatif optimal maka tahapan selanjutnya adalah tahap pengisian umbi maka lakukan perlakuan seperti berikut: 

2.1. semprotkan packobutrazol pada tajuk atau daun usahakan jangan sampai meresap ke media tanam/tanah

2.2. semprotkan ramuan hormon: akar 20 ml, tunas, 5 ml dan bunga 5 ml.

2.3. pupuk dengan komposisi P dan K tinggi

2.4.pupuk organik cair siap pakai (kalau ada pupuk organik guano/walet)

2.5. bila diperlukan tambahkan sumber energi (gula atau madu atau molase) tapi hati-hati serangan penyakit dan hama.

2.6. Tambahkan pupuk KNO3 2 g/l untuk menguatkan dan memperbesar.umbi.

Seharusnya untuk pembesaran umbi sebaiknya menggunakan hormon 2,4 D 8 mg/l , kinetin 2 mg/l dan giberelin 2 mg/l, jadi ramuan hormonnya sebenarnya beda antara pemanjangan dan memperbanyak akar dengan pengisian umbi. Kalau hormon yang dibeli tersebut untuk yang hormon akar lebih ke arah perbanyakan dan perpanjangan akar. Oleh sebab itu harus diimbangi dengan pupuk P dan K tinggi serta KNO 3 kalau bisa ditambah multivitamin (B komplek) atau neurobion dengan konsentrasi 1 pil/ 3 liter dosis sekitar 30 – 50 ml.
Perlakuan yang dilakukan adalah perlakuan yang menggunakan bahan-bahan organik sehingga berpeluang mendatangkan penyakit dan hama, sepanjang perlakuannya bersih dan rapih (dibilas, dilakukan di pagi hari, dominasi
mikroba positif), maka peluang terserang hama penyakit juga akan berkurang.

Demikian

Semoga bermanfaat.

Ir. Edhi Sandra MSi

LikeShow more reactions


Comment

from Blogger http://ift.tt/2k2CRzc
via IFTTT