Mutasi Kuljar Lompatan Pengubah Wajah

DUA PULUH TIGA TAHUN SILAM REAKTOR NUKLIR CHERNOBYL DI UKRAINA MELEDAK. PAPARAN RADIASI MEMBUAT SUSUNAN GEN PENDUDUK BERUBAH. WARGA UKRAINA CEPAT TUA DAN RIBUAN JANIN CACAT. PERUBAHAN GEN ALIAS JUMPING GEN JUGA MEMBUAT PENAMPILAN SRI REJEKI BERUBAH. YANG PALING SPEKTAKULER TERLIHAT PADA DUD UNYAMANEE.

Mutasi Kultur Jaringan

Ketika dud unyamanee diperkenalkan Pramote
Rojruangsang-penyilangnya-pada 2003, sosoknya kompak dengan daun agak
bulat. Ukuran daun sedang, panjang 12-14 cm dan lebar 8-10 cm.
Penampilannya cantik, daun dominan merah berbercak hijau. Selama 6
tahun orang mengenal mutu manikam-arti dud unyamanee-seperti itu.
Namun, kini banyak muncul dud unyamanee berpenampilan beda. Contohnya
milik Syahrial Usman di Riau. Ukuran daun sepertiga dari normal.

Dud unyamanee juga bersalin warna. Itu tampak pada koleksi Harry
Setiawan di Kalimalang, Jakarta Timur. Daun yang semula berwarna merah
bercak hijau bermutasi jadi putih-hijau. Dud milik Ukay Saputra di
Sawangan, Depok, berubah wujud menjadi merah muda polos. Sedangkan
Oping Sulistio di Cirebon mengoleksi mutu manikam dengan 3 pola warna
berbeda: merah-hijau; dan putih-hijau.

Dud unyamanee beragam wajah baru ‘bermunculan’ 6 bulan belakangan.
Maklum, 2-3 tahun silam mutu manikam yang masuk ke tanahair berupa
bibit berdaun kurang dari 6 helai. Tingginya maksimal 10 cm. Ketika itu
sosok asli anggota famili Araceae itu belum jelas. Kini mereka telah
dewasa dan beberapa di antaranya berubah wujud. Namun, tak semua
perubahan itu mutasi. Bisa saja karena variasi somaklonal yang terjadi
akibat pengaruh media dalam kultur jaringan. Jika bukan mutasi,
kemungkinan besar penampilan sri rejeki kembali normal.

Kereta cepat

Menurut Gregori Garnadi Hambali perubahan sosok pada aglaonema memang
mudah terjadi. ‘Penyebabnya adalah jumping gen,’ kata penyilang di
Bogor itu. Jumping gen atau perubahan susunan gen DNA terjadi karena
beberapa faktor. Seperti lingkungan ekstrim, pemberian hormon tertentu,
atau tingginya variasi genetik akibat seringnya persilangan.
Perbanyakan terlalu tinggi pun dapat memicu perubahan wujud aglaonema.

Ir Edhi Sandra, MS-kepala unit laboratorium kultur jaringan di
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas
Kehutanan, Institut Pertanian Bogor-mengibaratkan jumping gen seperti
kereta api berkecepatan tinggi yang diberhentikan mendadak. ‘Gerbong
kereta akan saling berbenturan dan mungkin ada yang keluar rel sehingga
susunannya kacau,’ kata Edhi. Sama halnya dengan gen. Bila tanaman yang
sedang tumbuh optimal tiba-tiba diperbanyak secara vegetatif, akan
terjadi hambatan yang mendorong perubahan gen. Apalagi bila sebelumnya
tanaman dipacu tumbuh dengan hormon yang merangsang pembelahan sel
secara cepat.

Perubahan sosok bisa berupa warna, gurat daun, atau bentuk daun. Tiara
mestinya berdaun hijau berbercak merah. Namun, koleksi William Luhur di
Pos Pangumben Raya, Jakarta Barat, merah polos tanpa bercak.

Kultur jaringan

Sosok yang beragam dari satu jenis tanaman juga bisa muncul lewat
perbanyakan kultur jaringan. Musababnya, sumber sel kultur jaringan
terbagi jadi 4 kombinasi berdasarkan umur biologis dan fisiologis. Ada
sel berumur muda dan berpenampilan juvenil; muda bersosok dewasa; tua
berpenampilan juvenil; dan tua bersosok dewasa.

‘Pada dud unyamanee bersosok kerdil kemungkinan berasal dari sel kultur
jaringan dalam kelompok tua dan dewasa,’ kata Edhi. Sri rejeki tua
pertumbuhannya lambat dan sosok kecil. Tingkat kedewasaan dilihat dari
daunnya yang merah. Namun, dalam kasus kultur jaringan itu perubahan
yang terjadi tidak masuk kategori mutasi.

Toh, perubahan wujud itu jadi idaman kolektor. Mula-mula Ukay melihat 3
daun salah satu Aglaonema costatum miliknya berubah warna. Mestinya,
hijau tua berbercak putih, tapi 3 daun itu hijau muda berbercak putih.
Kelainan itu ia pertahankan. Kini hampir seluruh daun costatum itu
hijau muda bercak putih.

Menurut Edhi perubahan pada costatum milik Ukay termasuk mutasi kimera.
Yaitu, mutasi yang terjadi pada beberapa kelompok sel saja. Pada mutasi
itu penyimpangan yang muncul dalam satu tanaman bisa ditingkatkan.
‘Caranya dengan mengusahakan agar sel yang termutasi itulah yang tumbuh
jadi tunas baru,’ tambah Edhi. Itulah yang dilakukan Ukay.

Menurut Ukay aglaonema mutasi menjadi idaman karena nilai jualnya 5-10
kali lipat ketimbang normal. Pantas Songgo Tjahaja, hobiis tanaman hias
di Jakarta Barat menyebut mendapat sri rejeki mutasi ibarat mendapat
jackpot. Artinya, perubahan sosok aglaonema tak membuat dunia menangis
seperti saat reaktor nuklir Chernobyl meledak. (Rosy Nur Apriyanti) , sumber : Trubus

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s