KULTUR JARINGAN TUMBUHAN DILUAR LABORATORIUM

Oleh : Ir. Edhi Sandra MSi.

Pendahuluan

         Banyak orang membayangkan laboratorium kultur jaringan adalah ruangan tertutup yang “mengerikan” terisolasi dari kondisi luar laboratorium dan harus serba steril.  Penuh dengan botol-botol yang berisi tanaman dan alat-alat yang sebelumnya tidak pernah dilihat, dengan bau ruangan yang khas (bau desinfektan) Dan banyak orang juga beranggapan bahwa kultur jaringan adalah teknologi budidaya tumbuhan modern yang sangat sulit dan hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu saja.  Perlu biaya investasi yang sangat besar serta hasilnya lama dan belum tentu berhasil.

                Mungkin demikian pula persepsi anda?…. tidak perlu malu, karena memang fakta yang ada mengarah pada persepsi tersebut.  Tapi… taukah anda, …….bahwa kultur jaringan itu dapat dilakukan oleh anak lulusan SMP atau SMA atau bahkan tidak perlu sekolah….?  Taukah anda, ….bahwa laboratorium kultur jaringan dapat dilakukan dirumah kita?….. seadanya.  Taukah anda, ….. bahwa botol kultur dapat dibawa-bawa keluar laboratorium kultur jaringan….?

            Tidakkah anda ingin menghadirkan teknologi kultur jaringan modern di rumah anda…?  Tidakkah anda ingin menguasai suatu teknologi yang mampu berbuat banyak  dalam menghasilkan bibit berkualitas, mnghasilkan varitas baru, memperbanyak bibit yang harganya mahal…? Tidakkah anda ingin meneliti berbagai macam hal mengenai tumbuhan…?  Kesemuanya …. Sebenarnya …. Dapat anda miliki.!!!…… (“apakah benar perkataan orang ini? Apakah mungkin saya yang tidak tau tanaman, …… yang tidak mempunyai dasar mengenai budidaya,…… yang berbeda profesinya dapat mengembangkan kultur jaringan?”….)

            Memang dalam hal ini dibutuhkan keuletan dan ketekunan…..tapi yakinlah bahwa anda pasti bisa…!!!.  Anda masih tidak percaya….. anda mau bukti……Beberapa peserta pelatihan saya saat ini sudah berhasil menjalankan kultur jaringan dengan baik sesuai dengan tujuannya masing-masing.  Ada yang melaksanakan kultur jaringan sebatas hobi, …ada yang senang meneliti pertumbuhan kultur jaringan dengan memberikan berbagai macam perlakuan…. Dan ada juga yang sudah eksis dengan usaha kultur jaringan, .. ada yang usaha kulktur jaringan jati, …ada yang usaha kultur jaringan anggrek, …ada yang usaha kultur jaringan tanaman hias dan sebagainya.

ESHA FLORA

            Esha flora adalah suatu lembaga yang mengemban misi dan visi mengembangkan, mentransfer dan menerapkan teknologi kultur jaringan di masyarakat.  Awal mula memang dirasakan bahwa melaksanakan kultur jaringan serba sulit,… mau beli bahan dan alat …..kemana? …harga mahal..? ada ngga yang buatan dalam negeri yang murah..? ada ngga alternative alat dan bahan yang murah..?…bisa ngga kita beli eceran atau sedikit saja..?…bisa ngga kita beli jadi saja..?   bisa ngga kita beli kultur jadinya..?  bisa ngga kita beli ramuan jadi untuk media kulturnya..?  Kesemua pertanyaan tadi adalah pertanyaan yang banyak ditemui kalau kita mau merintis kultur jaringan.  Dulu…. Hal tersebut tidak terjawab…tapi, …sekarang semua kesulitan tersebut sudah dibantu oleh Esha Flora … apa yang menjadi kesulitan anda di dalam melakukan kultur jaringan …Esha Flora akan membantu anda…

            Kalau anda belum memiliki alatalat dan bahan media secara lengkap, … anda tetap dapat melakukan kultur jaringan dengan hanya melakukan kegiatan subkultur dan aklimatisasi saja….anda hanya membeli enkas dan alat-alat tanam saja….sementara kultur jadi yang sudah steril dan media jadi yang sudah disterilisasi… dapat anda beli di Esha Flora…

            Kalau anda masih dalam skala yang kecil dan masih coba-coba maka anda dapat membeli bahan secara eceran atau sedikit dan dapat membeli media ramuan secara eceran juga,  sehingga anda tidak perlu keluar modal besar…

            Kalau anda kesulitan di dalam inisiasi (menanam kultur dari luar ke dalam botol, karena biasanya tingkat kontaminasinya tinggi), ..maka anda dapat menginisiasi di Esha Flora…atau anda dapat membeli kultur yang ada untuk dapat diperbanyak sendiri….

            Kalau anda belum mempunyai alat dan ingin melakukan kultur jaringan, ..maka anda dapat mengkulturkan di Esha Flora dengan biaya sewa alat yang cukup murah.  Bahkan kalau anda mau menitipkan kultur di Esha Flora…juga bisa dengan membayar biaya menginap kultur perbulannya…

            Kalau anda ada proyek dan kebutuhan bibit dalam jumlah tertentu, …maka anda dapat membayar jasa mengkulturkan di Esha Flora….

Prinsipnya Esha Flora siap membantu anda semua di dalam mengembangkan kultur jaringan baik skala rumah tangga maupun skala industri.                                                                                     

 www.eshaflora.com

52 Responses

  1. Pak, saya mau belajar kultur jaringan nih, tapi ada kendala waktu dan dana nih, maklum masih mahasiswa, hehe..^O^! maunya sih mengkultur sendiri di rumah, tapi kan alat2 mahal kan tidak mungkin saya beli untuk saat ini, kalu saya ke eshaflora, trus beli jadi medianya, bisa tidak? trus harganya berapa? trus alat2 yang saya butuhkan untuk di rumah, bisa diberi info lengkap disana / beli disana? mohon bantuannya yah, karena saya sangat tertarik dengan kultur jaringan, hobi tanaman tapi kurang bisa menunggu lama untuk membiakan, apalagi dikatakan bisa membuat tanaman mutasi sendiri, WOW, mau banget, hehe^O^!

    • Pak Saya sudah memilik bibit gaharu kultur jaringan di dalam botel tetapi saya belum mengerti tehnik dan media memper banyak nya dan memisahkan dari botel ke tempat lain utk memperbanyak

      saya mohon bantuan Bapak bagaimana cara nya dan sarana apa saja yang di butuhkan.

      mohon pencarehana nya pak

  2. Terima kasih atas kunjungan nya …
    Mas Indra Raharja

    Silahkan datang ke ESHA FLORA, alat dan bahan bisa dibeli sesuai kemampuan dan kebutuhan, yah misal kan di cicil dulu ala.

    Biaya untuk pelatihan reguler Rp.2.500.000
    tapi untuk mahasiswa bisa ikut di acara pelatihan pada hari minggu 29 Juni 2008 jam 08.00 s/d 17.00 WIB bertempat di Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor.

    biaya pendaftaran untuk mahasiswa S0 dan S1 sebesar Rp.50.000 sedangkan mahasiswa S2 dan Umum sebesar Rp. 150.000.

    Jadwal selengkapnya lihat di ; http://eshaflora.wordpress.com/category/event/pelatihan-event/

    terima kasih salam esha flora

  3. Salam,
    saya kalau melihat harga segitu wow mahal, ada nggak sih cara kultur jaringan tanaman yang dilakukan dengan sederhana, dimana sarana yang dipakai adalah peralatan kita sehari hari, misal oven masak, dll. saya tertarik dengan teknik kuljar, hanya saja banyak sarana terbatas, pendidikan sosial, dana terbatas, keinginan ada, tetapi kalau harus kursus, rasanya berat baik waktu(saya karyawan) dan biaya.
    jika ada teknik sederhana tetapi jelas saya sangat tertarik. adakah informasi tersebut?
    orientasi saya bukan kearah ekonomi, tetapi ke arah pengetahuan, dimana pengetahuan yang sederhana tersebut tentunya bisa disebarluaskan keseluruh bangsa kita. malu ah kalau kita harus terus menerus di dekte negara tetangga yang mengkultur jaringan produk kita yang akhirnya dijual ke kita (lagi) dengan harga yang lumayan.
    mengapa kita tidak bisa.
    tolong ya
    trima kasih
    Oni
    Karyawan swasta rumah sakit di bandung
    punya kesenangan tanaman hias

  4. Sebenarnya apapun bisa kita lakukan. Demikian pula dengan kultur jaringan. Hanya saja dalam pelaksanaannya tidak ada orang yang menekuni terus- menerus. Esha Flora berusaha agar kultur jaringan membumi dapat dilakukan oleh petani dan masyarakat banyak.
    Pada kondisi yang sangat terbatas maka sesungguhnya kita dapat menggunakan konversi alat dan bahan yang ada disekitar kita untuk melakukan kultur jaringan, yang penting prinsip dasarnya dikuasai. Satu hal yang membuat kultur jaringan agak sulit dilakukan, adalah karena kultur jaringan harus dilaksanakan dengan kondisi steril. Nah untuk membuat agar steril itulah yang membutuhkan pekerjaan yang teliti dan hati-hati. Misalnya kita sebenarnya dapat melakukan proses penanaman di dalam kantong plastik yang steril dan kedap. atau kita dapat melakukan sterilisasi media dengan menggunakan proses perebusan dalam waktu yang cukup lama atau dengan menggunakan prescooker. sterilisasi tanaman dengan alkohol, bayclean dan bahan antiseptik lainnya. Tapi memang semua itu rada merepotkan agar dapat terlaksana dengan baik. Tapi bukan berarti tidak bisa.
    Saya setuju dengan anda, banyak hal yang dapat kita lakukan dengan kultur jaringan mulai dengan memperbanyak jenis unggul, membuat varietas baru, membuat raksasa, membebaskan virus, membuat mutasi, membuat mini, menghasilkan bahan obat, membuat kultur seni, mengkoleksi tanaman hanya dalam botol (koleksi tanaman dibuat seperti tertidur sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama). dll Terima kasih

  5. Assalamu Alaikum Pak Edhi,
    Saya berencana melanjutkan S2 dan ingin menggunakan teknik kultur jaringan. Yang masih membuat saya bingung adalah bukankah kultur jaringan adalah salah satu cara untuk memperbanyak jenis unggul? Bagaimana caranya sehingga bisa menghasilkan verietas baru? Tolong pencerahannya. Apakah bapak sudah membuat kultur jaringan untuk tanaman Jatropha curcas (jarak pagar)? Karena obyek penelitian saya rencananya kultur jaringan untuk jatropha dan kalau bisa menghasilkan varietas baru yang lebih unggul sih bagus sekali.
    Saya ingin sekali bisa ikut pelatihan kultur jaringan di tempat bapak, tapi saat ini saya tinggal di Malaysia. Rencananya setelah selesai pendidikan dan kembali ke tanah air, saya ingin mengembangkan tanaman jarak pagar yang banyak manfaatnya ini.

  6. Wa’alaikum salam, Fahrijah…
    Selamat ya atas studi S2nya,.. Saya akan membantu anda sebisa saya. Dalam kultur jaringan banyak terdapat metode-metode yang salah satunya adalah metode untuk tujuan perbanyakan jenis unggul. Dalam hal ini tidak ada perubahan genetik atau varitas atau jenis tanaman. Hasil akan sama persis dengan bahan induknya. Jadi kalau indukannya berkualitas maka hasil perbanyakannya juga berkualitas. Disamping itu banyak lagi metode lain dengan tujuan yang berbeda seperti tujuan konservasi, seperti embrio rescue, pertumbuhan minimal, penyerbukan secara in vitro, ada pula dengan tujuan pemuliaan seperti kultur meristem (untuk mendapatkan bibit tanaman yang bebas virus dan viabilitas tinggi), kultur anther (untuk mendapatkan sifat resesif unggul atau membuat tanaman mini), kultur poliploid (membuat tanaman menjadi raksasa). Saya menyarankan anda dapat meneliti membuat kultur jatropha raksasa dengan metode kultur poliploid, dengan menggunakan bahan cholchicine. Silahkan saja disiapkan dan direncanakan dengan baik… semoga sukses. terima kasih.

  7. Assalamu Alaikum,
    Terima kasih sebelumnya atas kesediaan Bapak membantu saya. Terus terang saya benar-benar baru dalam kultur jaringan. Walaupun basic saya pertanian tapi bidang studi kimia tanah. Awalnya saya takut menggunakan teknik kultur jaringan, tapi setelah membaca postingan Bapak, saya memcoba memberanikan diri untuk menggunakannya. Saya tahu bahwa saya harus banyak belajar. Oleh sebab itu saya sangat memerlukan bimbingan dari pakar kultur jaringan seperti Bapak. Mengenai saran Bapak untuk membuat penelitian kultur jaringan jatropha raksasa dengan metode kultur poliploid ini, apakah kelebihan dan kekurangannya? Mengingat hasil utama dari jatropha adalah biodiesel. Apakah bahan induk adalah tanaman jatropha yang umum atau yang unggul? Dimana saya bisa mendapatkan referensi mengenai metode ini? Apakah sudah ada yang menelitinya? Maaf Pak kalau pertanyaan saya kebanyakan. Satu hal lagi, apakah Bapak menyediakan bahan/modul pelatihan kultur jaringan secara elektronik? Terima kasih, wassalam.

  8. wa’alaikum salam,
    Pelipat gandaan kromosom merupakan penguatan sifat yang sudah ada. Jadi kalau jatropa dilipatgandakan kromosomnya maka gen yang mengenbdalikan di dalam produksi minyak juga berlipat ganda sesuai dengan poliploidnya. Sehingga diharapkan produktivitas akan dapat meningkat.
    Kalau anda mempunyai bibit jatropa unggul maka kalau sudah dibuat raksasa maka hasilnya lebih hebat lagi. Di dalam pelipatgandaan kromosom ini tidak ada perubahan susunan kromosom atau gen sehingga tidak ada perubahan ekspresi gen, yang terjadi adalah penguatan sifat yang ada. Kalau produktivitas tinggi maka akan menjadi lebih tinggi, kalau minyaknya banyak maka hasilnya akan jauh lebih banyak lagi.
    Di dalam pelaksanaannya kita menggunakan zat yang dapat melipatgandakan kromosom yaitu cholchicine. Target kerja cholchicine adalah meristem kecambah atau meristem bibit jatropa.
    Dalam memberikan perlakuannya ada teknik-tekniknya dan cukup panjang sehingga tidak cukup untuk dibahas disini. Kalau anda mau, kami punya sedikit pengalaman dalam hal ini. Terima kasih.
    Sedangkan bahan /modul pelatihan kultur jaringan secara elektrolnik belum dibuat. Terima kasih. Wass wr wb.

  9. Assalamu Alaikum,
    Terima kasih atas pencerahan yang Bapak berikan. Saya jadi ingin mencoba teknik kultur jaringan dengan metode poliploid ini pada tanaman jatropha. Dan kalau Bapak bersedia, saya ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai hal ini apalagi Bapak sudah berpengalaman melakukan teknik tesebut.
    Menurut Bapak, manakah bibit unggul yang terbaik saat ini untuk tanaman jatropha? Dimana saya bisa mendapatkannya?
    Terima kasih atas jawabannya. Wassalam

  10. Sampai saat ini belum ada bibit jatropha unggul. Untuk itu kita harus membuat jenis unggul sendiri. Bisa dimulai dari seleksi benih yang berasal dari beberapa daerah terutama daerah dengan curah hujan sedikit. Kemudian kita cari dan seleksi dari biji yang kita dapat, biji yang mempunyai ukuran terbesar dan terberat. Berarti kita sudah mempunyai 2 faktor, yaitu asal daerah dan ukuran yang terbesar dan terberat.
    Kemudian biji tersebut kita kecambahkan dan diberi perlakuan cholchicine dengan berbagai perlakuan konsentrasi dan waktu perlakuan. Kemudian diamati pertumbuhan morfologi tumbuhannya mana yang pertumbuhannya paling cepat dan paling besar.
    Kemudian tanaman yang paling besar dan cepat tumbuh tersebut di tanam dan dibesarkan dan dibuahkan. Dari buah yang ada kemudian kita seleksi lagi biji yang terbesar dan terberat. Dari biji tersebut kemudian dikecambahkan lagi, kemudian diberi cholchicine lagi. Demikian berulang minimal 3 kali atau lebih.
    Setelah selesai semua maka biji terbesar dan terberat yang terakhir ditumbuhkan di dalam kultur jaringan untuk diperbanyak. Kemudian dibibitkan.
    Perlakuan cholchicine bisa dilakukan pada saat tanaman dikulturkan dan dilakukan secara berulang pula sampai mendapatkan ukuran yang spektakuler. Diperkirakan untuk mendapatkan benih unggul tersebut perlu waktu 2 – 3 tahun. Terima kasih.

  11. Assalamu alaikum. Terima kasih atas penjelasan Bapak yang sangat bermanfaat. Mohon pencerahannya lagi. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah pada saat kita memilih tanaman yang paling besar dan cepat tumbuh setelah perlakuan cholchicine untuk ditanam dan dibesarkan cukup satu tanaman saja? Dan biji yang diambil apakah pada saat berbuah untuk pertama kalinya?
    Melihat cukup lamanya waktu yang diperlukan untuk menghasilkan bibit unggul tersebut, bolehkah kalau biji yang mempunyai ukuran terbesar dan terberat yang berasal dari benih di beberapa daerah langsung dikulturkan dengan memberi perlakuan cholchicine dengan berbagai konsentrasi dan waktu?
    Lalu berdasarkan pertumbuhan morfologi yang paling cepat dan paling besar kemudian dibibitkan dan ditanam? Setelah berbuah, bijinya diekstrak untuk mendapatkan minyak dan kandungan minyak yang terbanyak dari biji tersebut dianggap sebagai yang terbaik?
    Apakah pengulangannya bersamaan pada saat perlakuan cholchicine untuk menentukan ukuran yang spektakuler tersebut ataukah harus ditanam dulu untuk mendapatkan bijinya lalu diulang lagi?
    Karena terus terang penelitian saya ini untuk melihat hasil akhir berupa minyak jarak sebagai sumber bahan baku biodiesel. Jadi mungkin waktu yang saya butuhkan tidak bisa terlalu lama (lebih dari 3 tahun). Apabila cara langsung ini boleh dipakai, kira-kira berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses pengkulturan sampai tanaman siap ditanam?
    Mohon maaf apabila saya keliru. Penjelasan dari Bapak sangat saya harapkan. Terima kasih banyak sebelumnya atas kesediaan Bapak berbagi ilmu. Wassalam

  12. pak say kan ada tgas dari guru..
    gmna cara membuat kultur jaringan..??
    yg ktanya daun disobek tapi bisa membuat tmbuhan baru lagi..

    gmna tuh pak..??tlog kalo bisa sam gambarny..!!

    • Kultur jaringan adalah toknologi budidaya secara in vitro (dalam botol steril) dengan hanya menggunakan bagian tanaman yang disebut eksplan. Dalam pelaksanaannya kultur jaringan harus dilakukan dlaam kondisi steril karena media kultur jaringan sangat subur dan kaya unsur hara sehingga akan terkontaminasi bila tidak steril. Masalahnya adalah bahwa bagian tanaman selain bagian luarnya terkontaminasi mikroba, bagian dalamnya juga mengandung mikroba secara sistemik, hal inilah yang seringkali membuat proses inisiasi menjadi sangat sulit. Keberhasilan mengkulturkan eksplan dari luar (inisiasi) sekitar 10 %.
      Gambar dan proses ada di web atau blog kami ya..
      Terima kasih

  13. wah iya neh, kalo ada gambarnya nanti akan lebih jelas
    selain itu juga lebih menarik…
    kita tunggu loh gambar/fotonya…

  14. maaf yang di maksud kultur seni itu apa sih . . ?

    • Kultur seni adalah salah satu tujuan di dalam mengkulturkan tanaman dengan tujuan seni (estetika). Kultur seni belum banyak berkembang di Indonesia, selain disebabkan kulturjaringannya sendiri yang belum berkembang dengan baik di Indonesia,kultur seni merupakan sesuatu yang baru sehingga belum ada pasarnya…
      Kultur seni di buat dengan menggunakan berbagai tumbuhan yang mempunyai nilai seni misalnya bunganya yang mungil dan indah, bnetuk tanaman yang kecil, munginl dan unik, bentuk tanaman yang mungil dan unik. bunga yang sedang proses mekar, Disamping itu kita juga menggunakan berbagai macam botol kultur yang bentuknya unik dan cantik. Dan untuk memperindah dapat digunakan ornamen berupa pasir atau butiran pernik dll, dan dapat juga digunakan bahan pewarna makanan pada media atau ornamen yang berwarna warni…Setelah itu dapat pula dibuat hiasan dan kemasan yang indah…pokoknya sangat menyenangkan menghasilkan sesuatu yang indah dan menarik….bisa kita buat untuk kekasih hati, keluarga, sahabata, orangtua dll….mari kita kembangkan kultur seni…

  15. Kultur seni adalah kultur yang mengutamakan unsur seni, sehingga lebih indah dan cantik dan bernilai jual tinggi.

  16. TAU MI JUGA

    SAYA ORANG MISKIN ‘ _ ‘ !!!!!!!

  17. Saya tertarik untuk belajar kultur jaringan seperti tersebut dalam tulisan bapak. Dimanakah Esha Flora? Bisakah saya membeli bahan2 secara eceran untuk percobaan di rumah. Mohon diberikan alamat dan nomor telponnya pak.

    Thanks,
    Rendra

  18. Pak Rendra bisa beli eceran silahkan datang ke Esha Flora
    Alamat Esha Fkora :

    Jl. Kemuning VI Blok M6/9
    Taman Cimanggu
    Bogor
    Indonesia
    Telpon : 0251- 344879
    HP: 08128213720 (Edhi Sandra), 0817154375 (Hapsiati)

  19. mas edhi, saya bukan mahasiswa pertanian tapi saya ingin belajar kultur jaringan saat ini saya sudah mengumpulkan beberapa referensi mengenai kultur jaringan terutama skala rumah tangga saya tertarik kultur jaringan bunga anggrek saat ini berapa biaya kursus di esha flora karena saya tinggal di kota bogor bisa nggak kursus pada malam hari karena saya bekerja di jakarta, bisa nggak autoclave diganti dengan alat berupa sinar yaitu sinar uv dan gamma yang saat ini digunakan dirumah sakit yang berfungsi sebagai alat steril terutama di ruang operasi, thx

  20. Yth Bpk Abdul Hakim.
    silahkan main dulu…..sambil lihat-lihat lab…sambil juga dibicarakan keinginan anda…pada dasarnya kami siap membantu anda….
    Penggunaan sinar sebagai alat sterilisasi seringkali tidak efektif karena tidak dapat membunuh kuman yang berada di dalam sel/jaringan tanaman (eksplan). Tapi kalau kita yakin tidak terkontaminasi secara sistemik maka bisa juga dicobakan.
    Terima kasih.

    Sterilisasi dalam kultur jaringan berbagai cara untuk alat dapat juga disterilisasi dengan cara kering yaitu dengan cara di oven atau di bakar. Sedangkan untuk bahan-bahan organik dapat juga dengan menggunakan saringan steril atau bisa juga dicoba dengan menggunakan ozonizer atau menggunakan antibiotik.

    Sterilisasi merupakan titik kritis di dalam kultur jaringan …..sehingga penanganan yang optimal akan memperbesar peluang keberhasilan.

    Untuk memperbesar peluang keberhasilan maka setiap cara atau setiap langkah yang dapat mengeliminasi kontaminan perlu dilakukan….Mulai dari tahapan persiapan alat, pembuatan media, penyimpanan media steril, pembuatan air steril, persiapan bahan eksplan, saat sterilisasi sampai saat penyimpanan.

    Tapi dari semua itu yang paling prioritas adalah penanganan bahan eksplan….terutama eksplan yang terserang kontaminan secara sistemik.
    terima kasih
    edhi sandra

  21. DH
    Saya memiliki tanaman karet klon ir118, bilamana saya menggunakan jasa eshaflora untuk perbanyakan menjadi kurang lebih 100.000 batang. Berapa estimasi biaya yang dibutuhkan. Terima Kasih.

    • Yang terhormat Bpak Muhammad Neng Gazali
      Biaya perbanyakan 100.000 batang karet adalah Rp. 400.000.000 dengan waktu 1,5 tahun dari SPK. Bila sampai plantlet atau sampai siap diaklimasi maka harga RP. 300.000.000. Demikian penjelasan saya terima kasih.

  22. begini pak say sedang mencari jenis tanaman kultur yang sudah tumbuh dalam botol…kalo bisa tanaman obat yang langka atau susah tumbuh dilapangan…
    atau berupa tanaman hias…

    kira-kira dimana ya saya bisa membelinya???

  23. Assalamu’alaikum Pak Edhi.. Saya punya lab kultur kecil-kecilan. Tempat nyempil diantara gudang, dapur dan kamar mandi. Sehingga kontaminasi sangat tinggi. Apa ada bahan/antibiotik yang bisa ditambahkan ke dalam media untuk menekan kontaminasi ? apa di Eshaflora ada ? berapa harganya ?

  24. Hi! Really good information, I have bookmarked your site, perhaps you would like to take a look at http://www.bio-partners.co.uk as we have some information you may find usefull in the members area – Keep up the Good Work!

  25. Thank you Dear Duglas Blackwell. I like your program in bio-partners. I hope you succes. God Bless you.
    edhi sandra

  26. Assalamualaikum,.maaf pak saya mo nanya,.tlg sih kirimin cara mengkultur anggrek,.dan semua jenis tanaman,.tapi yg menggunakan alat2 sederhana/mudah ditemukan,….jawabannya kirim ke alamat email saya ya pak,.soalnya saya mau coba2.,.atas perhatiannya trimakasih..

    • Wa’alaikumsalam ww Yth Bapak Ricky Ardi….cara mengkulturkan anggrek dan tanaman lain sudah ada ada di blog dan website kami silahkan dibuka-buka altertikelnya, silahkan lihat mana yang diperlukan….semoga berhasil ya…

  27. Assalamualaikum…
    Saya karyawan swasta ingin belajar kuljar, sekarang tinggal dan kerja di bandung. esa flora ada kantor cabang di bandung nggak ? untuk mengikuti pelatihan kuljar perlu waktu berapa lama ? biayanya berapa ?

    • Wa’alaikumsalam ww…Esha Flora tidak ada cabang di bandung, tapi peserta kita sudah banyak yang di bandung….mereka belajar langsung ke bogor. Pelatihan kultur jaringan di Esha Flora selama 4 hari, privat dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Materinya dari awal sampai akhir (persiapan bahan tanaman sampai aklimatisasi.. Biaya Rp 3.000.000 ( 3 juta). Terima kasih

  28. pa saya mau nanya ni……
    kalo bahan untuk pembuatan media padat untuk kultur jaringan kan biasanya pake agar tu…ada ga bahan lain yang bisa digunakan untuk menggantikan agar tu?kalo ada apa pa?
    kalo bisa dikirim ke e-mail saya ya pak (ara_suhara88@yahoo.co.id)

    • Kita pernah melaukan riset mengenai zat pemadat dengan menggunakan berbagai macam tepung dan hasilnya kurang bagus. masih bisa menggunakan agar swallow atau agar batangan atau agar segar yang dijual di pasar…
      terima kasih

  29. Pak mau Nanya ni… Berapa kira-kira biaya membeli alat dan bahan untuk kultur jaringan di rumah… sepertinya saya kepengen belajar metode ini.. Trimakasih

    • Kami menjual paket alat dan bahan. Dan paket yang terkecil adalah paket b1000 kultur dengan biaya Rp. 7.800.000 (dengan menggunakan enkas). Paket ini sudah lengkap bisa dlangsung dipakai…
      Tapi kalau mau lebih sederhana lagi, seadanya sebenarnya anda bisa membeli satuan. Dan alat bahan yang perlu di beli: Autoclave, enkas, alat-alat tanam, botol, media kultur dan alat-alat dan bahan sterilisasi…kira-kira 3 jutaan.
      terima kasih

  30. pa berapa harga untuk media yang sudah jadi dan harga untuk alat dan bahan? saya tertarik untuk mencobanya. minta jawaban secepatnya ke email saya yuyunyustini@gmail.com

    • Media yang sudah jadi (berupa MS ramuan jadi) Rp. 50 ribu untuk satu liter media kultur. Kalau ingin membeli media yang sudah disterilisasi dan sudah siap di dalam botol (tinggal sub kultur juga bisa. harga dengan kisaran Rp 3.000 – 5.000. Harga diluar ongkos kirim
      terima kasih
      edhi sandra

  31. pak edhi, saya guru biologi di sma sangat tertarik dengan kultur jaringan dan akan saya kembangkan di sekolah. untuk itu saya mohon petunjuk dari bapak tentang teknik kuljar yang menggunakan alat-alat sederhana yang mudah di jangkau oleh siswa. untuk sampai dengan tahap pengakaran kira2 sampai berapa bulan ya pak.
    terima kasih
    Nur yahya

    • Yth Ibu Guru Nur Yahya..
      Untuk pengembangan kultur jaringan di sekolah-sekolah memang sebaiknya di pilih materi kultur jaringan yang mudah. Sebar biji anggrek merupakan tahapan pembelajaran kultur jaringan yang baik. Dalam kegiatan ini, anak anak diajarkan cara memindahkan bibit anggrek dalam botol ke botol yang baru dengan tujuan penjarangan. Untuk jenis anggreknya sebaiknya jenis anggrek yang murah saja. Yang terpenting adalah dilihat kemampuan dan keterampilan anak di dalam melakukan kegiatan sub kultur tersebut. Dan sebenarnya sebagai indikator keberhasilannya secara real mudah saja. Bagi siapa saja yang mempu melakukan sub kultur anggrek dengan baik tanpa terkontaminasi maka ia akan mendapatkan nilai A misalnya. Waktu yang diperlukan untuk penjarangan dan pembesaran sekitar 3 bulan untuk anggrek dendrobium. Jadi yang dikerjakan adalah botol anggrek yang penjarangan dua atau tiga sehingga tahap berikutnya anak-anak dapat dilatih untuk praktek aklimatisasi, mengeluarkan anggrek dari dalam botol ke luar.
      Demikian, terima kasih

  32. Pak Edhi, saya punya bibit2 bunga yang ingin sekali saya semai,bisakah hal tersebut dilakukan di tempat bapak ? agar biji2 bunga tersebut dapat tumbuh dengan bener. kalau boleh saya tau berapa biayanya ? terima kasih seblumnya.roy jakarta

  33. Yth Bapak Roy
    pada prinsipnya bisa saja, hanya yang perlu diketahui adalah tahap kritis dalam kultur jaringan adalah pada saat inisiasi, yaitu memasukkan bahan tanaman dari luar ke dalam botol, pada umumnya kontaminasi, persentase kegagalan sampai 90 – 100%. Jadi saya tidak berani menjamin bahwa inisiasi ini pasti berhasil. Bila sudah berhasil mendapatkan kultur yang steril maka untuk tahapan yang selanjtnya akan lebih mudah.
    Jadi maksud saya, silahkan saja kalau mau akan saya coba, akan tetapi saya tidak dapat menjamin pasti berhasil. Demikian terima kasih.

  34. Salam Sukses.
    Saya sangat tertarik untuk melakukan metode pembiakan dengan metode kulture Jaringan, apakah pelatihan bisa dilaksanakan di Bandung ?

    • Yth Kang Suhu…
      mohon maaf sampai saat ini belum bisa. Kalau mau juga program pendampingan oleh asisten kami.
      Biaya :
      1. Biaya transportasi dari Esha Flora ke lokasi
      2. Akomodasi selama asistensi dimulai dari pergi dari Esha Flora sampai kembali ke Esha Flora.
      3. Honor selama asistensi (dihitung mulai dari berangkat sampai pulang ke Esha Flora)
      4. Semua perlengkapan dan kebutuhan praktek ditanggung pengusul.
      Demikian informasi dari kami.
      Terima kasih

  35. Apa boleh beli ppm dan media ms untuk anggrek scra eceran?kl boleh tau pricenya berapa?tks

    • Maaf td kelupaan nanya,apa bisa dikirim keluar pulau,sy tinggal di palangaraya,kalau ditambah dengan peralatan dasar spt pinset,pisau dll( diluar enkas sama autoclave) kira2 totalnya berapa?soalnya sy mau belajar perbanyakan anggrek dr biji,untuk pelestariaan anggrek lokal.tks

      • PPM harga untuk 10 ml Rp 300.000 (penggunaan berkisar dari (0,5 ml – 2 ml)/ liter ). Sedang media MS lengkap untuk satu liter media Rp. 50.000. (bisa untuk membuat 90 media kultur di botol kultur kecil).
        Paket alat tanam Rp. 500.000, paket alat pembuatan media Rp 825.000, paket bahan media Rp. 600.000, paket bahan sterilisasi Rp. 350.000. Botol kultur kecil 500 x Rp 1.000 = Rp. 500.000. Botol selai + tutup : 250 botol x Rp. 2500 =Rp. 625.000. Botol saos : 200 x Rp. 1250 = Rp. 250.000.

  36. bapak, saya ingin membeli MS I. bagaimana cara pembayaran dan pengirimannya ? terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: