Kultur Jaringan

Katakan dengan bunga……

Link: Kultur Jaringan dan Tanaman Hias

Membuat Cattleya Rajin berbunga

White Cattleya.
Image by berrimbillah via Flickr

Kemampuan berbunga anggrek Cattleya dapat dilihat dari bentuk daunnya. Cattleya dengan bentuk daun lebar dan pendek menunjukan anggrek tersebut rajin berbunga. Sebaliknya, bentuk daun yang sempit dan panjang, menunjukan Cattleya malas berbunga.

Untuk mempercepat dan merangsang pembungaan Cattleya, dapat di terapkan beberapa teknik sebagai berikut:

1. Belah atau pisahkan rumpun yang sudah terlampau rapat. Satu rumpun sebaiknya terdiri dari tiga batang semu. Hasilnya anakan baru akan tumbuh dalam waktu 1-2 bulan. Kemudian tunas mulai berbunga setelah 2-3 bulan dari muali perlakuan ini.

2. Pindahkan lokasi tanam ke tempat yang terang atau mendapatkan penyinaran matahari secara langsung. Perlakuan ini secara langsung berpengaruh pada proses perangsangan bunga. Bila bunga telah layu, pindahkan kembali tanaman ke tempat teduh. Selanjutnya, tanaman dapat dirangsang berbunga kembali jika pertumbuhannya sudah stabil.

3. Syarat agar Cattleya rajin berbunga sebagai berikut:

* Penyinaran 30-50% atau perlu naungan 65-70%.
* Lama penyinaran dari pukul 07:00 pagi sampai 17:00 sore.
* Suhu original 27-35 derajat Celcius
* Perbedaan suhu antara siang dan malam hari 11-14 derajat Celcius.
* Sirkulasi udara lancar.

* Batang semu berjumlah 4-5 atau sudah berumur 2,5-3 tahun.

* Media tanam berupa campuran arang dan cacahan pakis.

* Penyiraman dilakukan saat cuaca cerah. Frekuensinya dua kali, yakni pagi dan sore hari. Saat cuaca mendung, penyiraman tidak perlu dilakukan karena penguapannya lambat. Bila penyiraman tetap dilakukan di khawatirkan media tanam menjadi terlalu basah.

* Gunakan air ber PH 6,5-6,7. Bila memakai air PAM, edndapkan terlebih dahulu selama satu malam.

* Untuk mempercepat pembungaan tanaman dewasa, gunakan pupuk penyubur tanaman dan pupul perangsang bunga. Kedua pupuk tersebut diberikan secara bergiliran seminggu sekali. Dosisnya satu sendok teh/liter air atau disesuaikan dengan dosis yang tertera pada kemasan. Contoh pupuk penambah kesuburan adalah Bloom Grow.

4. Jagalah kebersihan lingkungan pot, dan media tanam. Sebagai langkah pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit, satu minggu sekali dilakukan penyemprotan tanaman dengan insektisida, fungisida, bakterisida, dan moluskisida (pestisida pembasmi hewan moluska misalnya siput).

5. Pupuklah dengan NPK dua kali seminggu. Sebagai pelengkap kebutuhan makanan berikan pupuk organik lengkap dua minggu sekali. Suplai makanan dapat lebih terjamin jika pemupukan dilakukan dengan teknik hidroponik.

6. Berikan hormon pertumbuhan (sitokinin) dan hormon Akar (auksin) satu bulan sekali secara bergantian dengan konsentrasi 2 mg/liter. Setelah tanaman dewasa, berikan hormon giberlin dan pupuk KNO3

7. Agar rajin berbunga letakan tanaman di tempat terbuka pada pukul 07:00-10:00 pagi.

8. Untuk membantu pertumbuhan bunga, berikan gula saat kuncup bunga mulai muncul.

9. Semprotkan paclobutrazol pada bagian akar dan daun dengan konsentrasi 1-2 mg/liter. Penyemprotan dilakukan pada tanaman dewasa yang tunas barunya tidak sedang tumbuh.

10. Pada tanaman yang malas berbunga, lakukan pengguguran daun. Potonglah semua daun mulai dari bagian pangkalnya.

Referensi: Buku ‘Membuat Anggrek Rajin Berbunga’, Ir Edhi Sandra Msi, Penerbit Agromedia Pustaka

Esha Flora Kultur JaringanEnhanced by Zemanta

Tanaman dalam Botol Kultur Jaringan

Gaharu

show Originally uploaded by Esha flora

Kesemua produk tersebut di Jual  masih dalam botol kultur. dan masih dalam tahap perbanyakan. Tapi kami melepas produk tersebut dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kondisi stok yang ada dengan maksud agar, jenis-jenis tersebut lebih dapat tersebar di kalangan para pengkultur, sehingga di harapkan jenis-jenis tersebut akan berkembang dengan pesat sehingga pada akhirnya akan dapat memeuhi kebutuhan pasar.

mengenai harga sangat variasi tergantung pada kondisi kultur, dan sebagai gambaran bahwa harga kultur dalam botol ini 10 kali lipat dari harga bibit di luar. jadi misalnya bibit gaharu di luar harga Rp. 5.000 maka harga kultur botolannya sekitar Rp. 50.000.

Hal ini karena kondisi kultur steril merupakan bibit yang siap perbanyakan, dan sudah melewati titik kritis yaitu kontamnisasi. Sehingga kalau kita beli kultur steril maka akan dengan cepat memperbanyaknya.
Terima kasih

Esha Flora

Pengaruh Jenis Media Organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) di dalam Kultur In Vitro

Black Orchid, Coelogyne pandurata
Image by nipplerings72 via Flickr

RINGKASAN: Rini Untari. E03498025. Pengaruh Jenis Media Organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) di dalam Kultur In Vitro. Dibawah Bimbingan Ir. Edhi Sandra, M.Si. dan Ir. Dwi Murti Puspitaningtyas, M.Sc.

Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl) merupakan salah satu anggrek alam yang berasal dan Kalimantan, bunganya berbau harum lembut dan lama mekar bunga sekitar 5-6 hari (Sastrapradja et all., 1976). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 anggrek mi termasuk kedalam tumbuhan yang dilindungi.

Di alam keberadaan jenis anggrek ini terancam karena pengambilan yang berlebihan, terjadinya perubahan dan rusaknya habitat tumbuh anggrek tersebut merupakan faktor yang mengancam kelestarian anggrek ini. Kegiatan pengeksploitasian yang berlebihan dan apabila terjadi terus menerus, anggrek hitam akan mengalami kepunahan.

Untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies ini, maka harus diupayakan teknik budidaya yang tepat untuk menyediakan tanaman-tanaman baru anggrek hitam secara cepat dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

Tanaman anggrek dapat diperoleh melalui cara pembiakan secara vegetatif dan generatif. Secara alami pembiakan anggrek dengan cara generatif yang berasal dari biji hanya dapat tumbuh jika bersimbiosis dengan mikoriza. Biji anggrek hanya terdiri dad embrio dan testa (pelindung embrio) tanpa cadangan makanan atau endosperm (Thompson, 1980). Jika bersimbiosis dengan mikoriza anggrek dapat memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh. Pada umumnya tingkat keberhasilan perkecambahan secara alami persentasenya sangat kecil.

Dengan berkembangnya teknik kultur in-vitro, maka keberhasilan perkecambahan biji anggrek dapat ditingkatkan. Modifikasi media dapat meningkatkan produksi anggrek hitam mi secara kualitatif dan kuantitatif dibandingkan dengan produksi hasil dari alam. Salah satu modifikasi media yaitu penambahan persenyawaan organik kompleks sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan anggrek hitam tersebut serta penggunaan NAA (Napthalene Acetic Acid), salah satu jenis auksin sintetis banyak digunakan untuk meningkatkan rasio pertumbuhan akar tanaman dalam kultur in-vitro, karena akan mendorong pembentukan akar-akar baru pada selang konsentrasi tertentu. Dengan pertumbuhan akar yang sehat dan kuat akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk bertahan hidup pada tahap aklimatisasi ke lapangan.

Penelitian ini dilaksanakan di Unit Kerja Laboratonium Kultur Jaringan Anggrek Kebun Raya Bogor. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Juni sampai bulan Desernber 2002, 5 bulan pengamatan plantlet selama di botol dan 1 bulan untuk melihat keberhasilan hidup di lapangan.

Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah 6 jenis media organik (tanpa bahan organik, air kelapa 250 mI/I, pisang ambon 150 g/l, kentang 200 g/l, ubi jalar 150 g/l, dan kedelai 150 g/l ) yang dikombinasikan dengan faktor kedua yaitu 5 taraf konsentrasi NAA (0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm). Media dasar yang digunakan adalah komposisi media VW (Vacin & Went) dengan penambahan gula pasir. arang aktif dan agar-agar. Bahan eksplan yang digunakan semai hasil perkecambahan dan biji yang berumur 20 bulan mempunyai tinggi masing-masing 3-6 cm dengan jumlah daun 6-7 helai.

Tanaman hasil kultur in-vitro setelah pengamatan selama 5 bulan selanjutnya diaklimatisasi ke media yang terdiri dari sphagnum moss, arang, dan pecahan genting dengan perbandingan 1:1:1, media tanam yang dipakai terlebih dahulu direndam dalam air panas selama 1 jam kemudian ditiriskan dengan tujuan untuk mensterilkan media tumbuh yang akan dipakai.

Parameter yang diamati pembentukan akar (panjang akar dan jumlah akar). Panjang akar diukur pada saat panen sedangkan jumlah akar diukur setelah 2 minggu penanaman. Pertumbuhatn eksplan (tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah tunas barn). Pengamatan dilakukan setelah 2 minggu penanaman. Selain peubah diatas dilakukan, pengamatan terhadap kondisi eksplan seperti pembentukan akar adventif, warna daun, persentase hidup eksplan dan persentase plantlet yang hidup di lapang.

Pengamatan di botol dilakukan setiap 2 minggu selama 5 bulan dan untuk plantlet yang hidup di lapangan diamati selama 1 bulan setelah plantlet keluar dari botol kultur.

Penambahan media Vacin & Went dengan persenyawaan organik kompleks dan zat pengatur tumbuh NAA serta interaksi antara 2 faktor perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap parameter-parameter pertumbuhan, parameter pertumbuhan tersebut meliputi pembentukan akar baik panjang akar dan jumlah akar serta pertumbuhan eksplan yaitu tinggi eksplan, jumlah daun dan jumlah tunas baru.

Perbedaan jenis media organik kompleks berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali jumlah tunas. Jumlah akar dan panjang akar tertinggi diperoleh dan media VW dengan penambahan ubi jalar 150 g/l. Tinggi eksplan dan jumlah daun terbaik diperoleh dari media VW + kentang 200 g/l. Sedangkan untuk rata-rata terendah dad parameter tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar pada media VW + kedelai 150 g/l untuk 20 Minggu Setelah Tanam (MST).

Zat pengatur tumbuh NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar, tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas. Faktor zat pengatur tumbuh NAA berpengaruh nyata pada tingkat kwartik untuk semua parameter. Parameter tinggi serta jumlah daun konsentrasi NAA maksimum 0 ppm, jumlali akar maksimum pada konsentrasi 2,1 ppm sedangkan parameter jumlah tunas peningkatan NAA lebih dari 20 ppm masih memungkinkan peningkatan jumlah tunas.

Peningkatan konsentrasi NAA mengakibatkan daya regenerasi tanaman menurun dan terhambat serta meningkatkan kematian untuk beberapa eksplan anggrek C. pandurata. Terdapatnya zat-zat endogen/auksin alami dalam eksplan yang mendorong eksplan untuk tetap mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Interaksi antara jenis persenyawaan organik kompleks berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan baik tinggi plantlet, jumlah daun, jumlah tunas, jumlah akar dan panjang akar. Pemberian NAA berpengaruh nyata pada tingkat kwartik untuk semua media organik kecuali pada media VW + kedelai 150 g/l berpengaruh nyata pada tingkat kuadratik. Pada parameter jumlah tunas peningkatan NAA pada semua perlakuan media organik, konsentrasi NAA lebih dari 20 ppm dapat meningkatkan jumlah tunas .

Peranan zat tumbuh selain sebagai perangsang dapat pula berlaku sebagai penghambat, semuanya itu tergantung dari konsentrasi zat tersebut. Dengan meningkatnya konsentrasi NAA dalam media menyebabkan persentase kematian eksplan yang tinggi. Pada minggu ke-20 eksplan yang hidup untuk perlakuan NAA 0 ppm 95,8 %, NAA 5 ppm 81,5 %, NAA 10 ppm 61,5 %, NAA 15 ppm 27,7 % dan N.AA 20 ppm sebesar 14,5 %.

NAA dengan konsentrasi rendah 0 ppm (kontrol) dan 5 ppm menghasilkan warna daun eksplan hijau tua. Meningkatnya konsentrasi NAA mengakibatkan warna daun kuning bahkan beberapa eksplan berwarna coklat dan mengalami kematian yang disebabkan oleh menurunnya jumlah klorofil dan rusaknya klorofil.

Plantlet yang memiliki persentase hidup yang tinggi setelah 4 minggu aklimatisasi yaitu plantlet yang berasal dari eksplan yang diberi penambahan ekstrak ubi jalar 150 WI dengan konsentrasi NAA 0 ppm, 5 ppm dan 10 ppm sebesar 100 %.

Media Vacin & Went dengan penambahan ekstrak ubi jalar 150 g/l dengan NAA 0 ppm merupakan media yang terbaik untuk pertumbuhan optimal semai Coelogyne pandurata hasil kultur in-vitro.

from : http://eshaflora.blogspot.com

Enhanced by Zemanta

Tahapan mekarnya bunga Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor

Bagi teman-teman yang belum sempat melihat secara langsung  tahapanBunga Rafflesia patma yang sedang mekar di kebun raya Bogor, dibawah ini saya lampirkan foto yang saya beli di KRB:

knop rafflesia patma

terlihat knop tersebut tumbuh pada batang dari Induk semangnya yaitu Tetrastigma sp (sejenis tumbuhan liana/merambat)

knop Raflesia patma mulai terbuka

knop Raflesia patma mulai terbuka

pada gambar ini knop yang terbungkus oleh seludang mulai membuka terlihat dari mahkota bunganya yang berwarna lebih terang.

Mahkota bunga Raflesia

Mahkota bunga Raflesia

mahkota bunga Rafflesia mulai merekah tiga helai, terlihat mahkota bunga dengan warna polos dengan permukaan mahkota yang kasar…

Helai mahkota Rafflesia

Helai mahkota Rafflesia

Helai mahkota tampak mulai merekah semua dan terlihatlah putik yang berupa bulatan (seperti baskom)…

Bunga Rafflesia patma mekar

Bunga Rafflesia patma mekar

Bunga Rafflesia patma merekah sempurna, terlihat putik yang di dalam bulatan tersebut yang mengeluarkan bau busuk….. seperti bau bangkai….

Subhanallah….  Indah Sekali, Bunga Rafflesia patma yang sedang mekar di Kebun Raya Bogor ini……

Bunga Rafflesia Patma Mekar di Kebun Raya Bogor

Rafflesia patma pertama di dunia tumbuh dan mekar di Kebun Raya Bogor.

Bunga Rafflesia patma  termasuk bunga langka, merupakan kerabat dekat (satu genus) dengan Rafflesia arnoldi, mekar untuk pertama kalinya sejak 81 tahun terakhir di Kebun Raya Bogor. Bunga langka ini tumbuh di luar habitat aslinya (eks situ) pada Senin (1 Juni) malam. Dan bagi yang ingin melihatnya kini terbuka untuk pengunjung umum yang ingin melihatnya.

Bunga Rafflesia patma yang mekar di Kebun Raya Bogor ini merupakan hasil pengembangan dan penelitian sejak tahun 2004 dengan mengambil inang berupa tumbuhan Tetrastigma (jenis anggur-angguran) dari kawasan Pangandaran, Jawa Barat.

Tumbuh dan mekarnya Rafflesia patma ini juga menjadi penanda kemenangan Indonesia atas Malaysia dalam penelitian Rafflesia. Mengingat hingga saat ini Malaysia hanya mampu membudidayakan Rafflesia di habitat aslinya (in situ) dan Indonesia telah mampu membudidayakan di luar habitat aslinya (eks situ).

Rafflesia patma tumbuh dan mekar di Kebun Raya Bogor
Rafflesia patma tumbuh dan mekar di Kebun Raya Bogor (foto Kompas)

Mengenal Rafflesia patma.
Rafflesia patma merupakan satu diantara 15 jenis (spesies) Rafflesia yang terdapat di Indonesia. Rafflesia patma mempunyai ukuran bunga berdiameter antara 25-30 cm. Bunganya mempunyai lima kelopak berwarna jingga muda agak pucat (salem). Yang membedakan dengan jenis Rafflesia lainnya, warna bunganya yang cenderung lebih pucat. Ciri khas lainnya adalah adanya duri-duri yang terdapat pada diktus.

Rafflesia patma pertama kali ditemukan pada tahun 1825 di pulau Nusakambangan, Jawa Tengah ini seperti jenis-jenis Rafflesia lainnya tidak dapat tumbuh sendiri. Rafflesia patma tumbuh pada akar dan batang inang Tetrastigma lanceolarium dan Tetrastigma papillosum.

Klasifikasi Ilmiah.

  • Kerajaan: Plantae;
  • Divisi: Magnoliophyta;
  • Kelas: Magnoliopsida;
  • Ordo: Malpighiales;
  • Famili: Rafflesiaceae;
  • Genus: Rafflesia;
  • Spesies: Rafflesia patma
    Nama Binomial Rafflesia patma (Blume, 1825).
  • Nama Indonesia: Rafflesia Patma.

Rafflesia patma di habitat aslinya (foto parasiticplants)

Rafflesia patma di habitat aslinya (foto parasiticplants)

Habitat yang sesuai untuk Rafflesia patma merupakan daerah antara tipe lautan pantai dengan tipe hutan hujan tropika dataran rendah (ekoton). Beberapa tempat yang menjadi habitat bunga ini antara lain pulau Nusakambangan (Jawa Tengah) dan Cagar Alam Leuweung Sancang (Jawa Barat).

Macam Jenis Rafflesia di Indonesia.
Ada sekitar 30-an spesies Rafflesia. Dan Indonesia memiliki jumlah spesies terbanyak sejumlah 15 spesies disusul oleh Malaysia yang mempunyai 7 spesies. 15 Spesies Rafflesia yang terdapat di Indonesia antara lain: Rafflesia arnoldi (R. Brown), Rafflesia hasseltii (Suringar), Rafflesia Patma (Blumenon Meijer), Rafflesia rochussenii (Teijsm and Binn), Rafflesia zollingertana (Koorders), Rafflesia priceii, Rafflesia godulensis, Rafflesia atjehensis (Koorders), Rafflesia ciliate, Rafflesia borneersis, Rafflesia witkampi, Rafflesia micropylora (Meijer), Rafflesia bengkuluwensis, Rafflessia meijeri (Wiriadinata and Rismita Sari), Rafflesia Lawangensis.

Referensi:
•    zipcodezoo.com/Plants/R/Rafflesia_patma;
•    antaranews.com/berita/1275470315/rafflesia-patma-mekar-di-kebun-raya-bogor;
•    Alamendah
Gambar:
•    stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/02/1742557620X310.JPG (kompas);
•    www.parasiticplants.siu.edu/Rafflesiaceae/Raff.patma.page.html.

Jadwal Pelatihan Kultur Jaringan

Esha Flora Plants Tissue Culture mengadakan ” Pelatihan Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga

Materi:

Teori dan langsung praktek

* Cara buat media kultur jaringan untuk menumbuhkan tunas dari akar
* Teknik perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan
* Cara Membuat mutasi dengan teknik kultur jaringan.
* Cara Membuat Lab kuljar di rumah sendiri
* Kiat sukses perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan
* Bisnis Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga

Waktu & Biaya Pelatihan:

Reguler :
Setiap minggu (Senin s/d Jum’at)

Biaya Rp. 2.500.000

Privat (modul) : 4 hari efektif
harinya boleh pilih sendiri

Biaya Rp 3.000.000

Cara pembayaran transfer ke Rekening:

BCA Jembatan merah Bogor

a/n Edhi Sandra
No Rek: 6820181130

Tempat Pelatihan:

- Di Rumah EshaFlora ( lihat peta lokasi disini…)

Untuk pendaftaran dan keterangan lebih lanjut hubungi :

Ir. Edhi Sandra MSi (Hp.08128213720), Ir. Hapsiati (hp:0817154375)


ESHA FLORA 
Address:
Jl. Kemuning VI Blok M6/9
Taman Cimanggu
Bogor - Indonesia
Telepon: 0251 8344879
 www.eshaflora.com

Bookmark and Share

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.